<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>** futuRe's sitE ** &#62;&#62;</title>
	<atom:link href="http://antfuture.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antfuture.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Oct 2010 18:19:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antfuture.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>** futuRe's sitE ** &#62;&#62;</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antfuture.wordpress.com/osd.xml" title="** futuRe&#039;s sitE ** &#62;&#62;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antfuture.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Metode photo-fenton</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/19/metode-photo-fenton/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/19/metode-photo-fenton/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 18:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[cheMISTRY - KIMi@_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[PHOTO FENTON Photo-Fenton dapat didefinisikan sebagai reaksi kimia antara hydrogen peroksida dan katalis besi yang digunakan untuk oksidasi kontaminan atau air limbah yang jalannya reaksi dibantu oleh energi cahaya. Inovasi teknologi ini dikenalkan salah satunya untuk menguraikan zat-zat organic (zat pencemar). Beberapa system dari metode ini salah satunya adalah UV-H2O2 dan UV-O3. Metode ini sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=58&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PHOTO FENTON</p>
<p>Photo-Fenton dapat didefinisikan sebagai reaksi kimia antara hydrogen peroksida dan katalis besi yang digunakan untuk oksidasi kontaminan atau air limbah yang jalannya reaksi dibantu oleh energi cahaya.<br />
Inovasi teknologi ini dikenalkan salah satunya untuk menguraikan zat-zat organic (zat pencemar). Beberapa system dari metode ini salah satunya adalah UV-H2O2 dan UV-O3. Metode ini sering digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan khusunya lingkungan perairan.<br />
Pada reaksi ini keberadaan Fe2+ adalah sebagai katalis. FeCl3 atau FeSO4 merupakan jenis senyawa besi yang dipakai dalam reagen fenton. Hidrogen peroksida merupakan oksidator kuat tetapi pada konsentrasi rendah 0.1 % kinetika reaksinya terlalu lambat untuk mendegradasi kontaminan. Sehingga perlu penambahan Fe2+ untuk meningkatkan kekuatan oksidasi peroksida hingga dihasilkan radikal baru dan rantai reaksi dimulai. Reaksi oksidasi peroksida terkatalisis besi ini biasanya dijalankan pada pH 3-5 yang disebut sebagai “Fenton Chemistry” dan kombinasi reagen besi/perokisda disebut sebagai ”Fenton Reagent”.<br />
B. Mekanisme Reaksi Fenton<br />
Kombinasi antara hydrogen peroksida dengan Fe2+ merupakan reagen fenton yang memiliki kemampuan oksidasi tinggi. Reaksi oksidasi ini merupakan reaksi kompleks yang melibatkan dekompisisi H2O2 dengan bantuan Fe2+. Mekanisme reaksinya sebagai berikut (Neyens &amp; Baeyens, 2003):<br />
FeCl3+ H2O+hv Fe2+ + *OH + H++3Cl-<br />
Fe2+ menginisiasi reaksi dan mengkatalisis reaksi dekomposisi H2O2 hingga dihasilkan radikal *OH. Radikal yang terbentuk bereaksi dengan cepat dalam lingkungan air.<br />
Produk ion Fe2+ merupakan katalis pada dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Pada rekasi ini juga terbentuk radikal *OH. Reaksi ini kemudian mendorong pembentukan ion Fe2+ kembali dari ion Fe3+.<br />
Fe2+ + H2O2  Fe3+ + *OH + OH-<br />
Reaksi antara H2O2 dengan Fe3+ didefinisikan sama dengan reaksi fenton (De Laat &amp;Gallard, 1991). Modifikasi seringkali terletak pada penambahan Fe3+ daripada Fe2+ dan penambahan berlebih H2O2 dibandingkan dengan jumlah besi yang digunakan. Pada sitem Fe3+/H2O2, ion Fe2+ diproduksi kembali dan juga dihasilkan *HO (sebaik radikal lain dalam reaksi oksidasi dan reduksi senyawa organic). Reaktifitas oksidator dan reduktor dihasilkan pada rekasi inisiasi system Fe3+/ H2O2.<br />
Reaksi H2O2 dapat disebut sebagai penyapu *OH dan sebagai inisiator terjadinya reaksi. *OH dapat mengoksidasi senyawa organic (RH) melalui pemutusan proton dan menghasilkan radikal alkil (*R) yang sangat reaktif dan dapat mengalami oksidasi lanjut.<br />
Reaksi fenton secara umum disederhanakan oleh (Walling, 1971) menjadi persamaan reksi sebagai berikut:<br />
FeCl3+ H2O2+hv Fe2+ + *O2H +H++3Cl-<br />
Fe2+ + H2O2  Fe3+ + *OH + OH-<br />
Persamaan rekasi ini menjelaskan bahwa dekomposisi H2O2 dapat terjadi jika ada ion H+. Ini berarti bahwa pada lingkungan pH rendah akan bermanfaat untuk pembentukan jumlah radikal *OH maksimum. Keberadaan senyawa organic, Fe2+, pH rendah dan radikal *OH dapat menyerang senyawa aromatic atau senyawa heterosiklik. Mereka juga dapat memutus atom hydrogen, kemudian memicu rantai reaksi oksidasi radikal.<br />
Reaksi fenton pada perairan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni radikal*OH, Fe2+, radikal organic dan kondisi reaksi. Jika ada beberapa faktor yang ekstrim dapat menghasilkan dekomposisi H2O2 yang tidak efektif yang kemudian dapat mengurangi efisiensi oksidasi senyawa organic. Dekomposisi H2O2 akan berlangsung lebih cepat pada perbandingan Fe2+/H2O2 ≥2 (Barbusinki &amp; Koscielniak, 1999). Penambahan jumlah H2O2 dan Fe2+ dari optimumnya akan menyebabkan penurunan efek pembersihan. Hal ini dikarenakan reaksi antara H2O2 dan Fe2+ dan produksi radikal *OH. Dalam hal ini H2O2 dan Fe2+ akan bertindak sebagai penyapu radikal, sehingga radikal *OH yang dihasilkan akan turun.<br />
Kondisi optimum untuk reagen fenton telah diamati pada pH 3-5. Pada pH lebih rendah efektifitas penghilangan kontaminan akan menurun karena dekomposisi H2O2. Pada pH&lt;3, konsentrasi ion H+ terlalu tinggi yang menyebabkan ion hydrogen sebagai aseptor utama radikal *OH (Barbusinki, 1999).<br />
Dalam percobaan ini digunakan reaksi Fenton dimana pada reaksi ini memanfaatkan radikal hidroksi (*OH) yang dihasilkan oleh reaksi antara H2O2 dengan senyawa besi (contoh: FeCl3)<br />
FeCl3+ H2O2  Fe3+ + *OH + OH-<br />
Dalam kondisi gelap, reaksi ini akan berhenti dan pengoksidasian Fe2+ menjadi Fe3+ juga tidak sempurna. Tetapi dengan iluminasi, laju reaksi pada system ini dapat meningkat.<br />
Alasan meningkatnya laju reaksi degradasi pada irradiasi meliputi fotoreduksi pada ion Fe3+ kembali menjadi ion Fe2+, yang menghasilkan radikal *OH.<br />
Fe3+ + H2O  Fe2+ + *OH + OH+<br />
Mekanisme reaksi lengkap untuk fotodegradasi menggunakan reagent Fenton sebagai berikut :<br />
FeCl3+ H2O+hv Fe2+ + *OH + H++3Cl-<br />
FeCl3+ H2O2+hv Fe2+ + *O2H +H++3Cl-<br />
Fe2+ + H2O2  Fe3+ + *OH + OH-<br />
*OH + H2O2  *O2H + H2O<br />
Fe2+ +*OH  Fe3+ + OH-<br />
Fe3+ + *O2H  Fe2+ + O2 + H+<br />
*OH + *OH  H2O2<br />
Rhodamine-B + *OH  *R + H+</p>
<p>*berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=58&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/19/metode-photo-fenton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC)</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/12/60/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/12/60/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 12:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[cheMISTRY - KIMi@_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[ HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. Bagian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan penggunaan serta prinsip HPLC yang sama dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom.  HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi, didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=60&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. Bagian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan penggunaan serta prinsip HPLC yang sama dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom.</p>
<p> HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi, didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Ini membuatnya lebih cepat.</p>
<p>HPLC memperbolehkan penggunaan partikel yang berukuran sangat kecil untuk material terpadatkan dalam kolom yang mana akan memberi luas permukaan yang lebih besar berinteraksi antara fase diam dan molekul-molekul yang melintasinya. Hal ini memungkinkan pemisahan yang lebih baik dari komponen-komponen dalam campuran.</p>
<p>Perkembangan yang lebih luas melalui kromatografi kolom mempertimbangkan metode pendeteksian yang dapat digunakan. Metode-metode ini sangat otomatis dan sangat peka.</p>
<p><strong><em>Diagram alir HPLC</em></strong></p>
<p><strong><em><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-64" title="hplc" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></em></strong></p>
<p>Pada umumnya windows program HPLC menampilkan urutan dari proses kerja HPLC, terlihat pada gambar (warna hijau) dimulai dari injeksi sampel-pompa(flow eluent)-kolom (terdapat dalam termostat)-detector-proses perhitungan hasil (kromatogram).</p>
<p>Gambar di atas sebagai contohnya.</p>
<p> Mari bro kita pelajari tiap bagiannya…</p>
<p><strong><em> </em></strong><strong>Injeksi sampel (port injection)</strong></p>
<p>Bagian ini ada yang manual dan otomatis. Tapi disini saya tunjukkan port injection manual. Pada proses ini meliputi tekanan dan flow eluent. Dimana besarnya volume sampel yang diinjeksi hanya sekitar 10 µl, dengan alat penginjeksi yang disebut <em>syringe.</em></p>
<p><em> </em><br />
<strong>Kolom dan pelarut</strong></p>
<p>Membingungkan!!&#8230; (ya benar, itu kesan pertama kali saat kita mempelajari fase dalam kromatografi, untuk itu mari kita mempelajari secara bertahap).</p>
<p> <a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc11.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-65" title="hplc1" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pada gambar diterangkan bahwa pada analisa kali ini menggunakan perlarut polar. Dimana tiap pelarut dapat diatur perbandingannya secara otomatis. Ex: perbandingan water : acetonitril = 40 : 60 dan setiap analisa, tiap senyawa menggunakan perbandingan yang berbeda. Flow dan preasure dikerjakan oleh pompa, dari mengambil pelarut dalam botol hingga menyalurkan pelarut ke dalam kolom.</p>
<p>Ada dua perbedaan dalam HPLC, yang mana tergantung pada polaritas relatif dari pelarut dan fase diam.</p>
<p> <strong><em>Fase normal HPLC</em></strong></p>
<p>Ini secara esensial sama dengan apa yang sudah kita baca tentang kromatografi lapis tipis (KLT) atau kromatografi kolom. Walaupun disebut normal, tapi ini bukan merupakan bentuk yang biasa dari HPLC. Dari bagian inilah suatu zat dapat terdeteksi.<br />
Kolom diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut non polar misalnya heksan. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4.6 mm (dan mungkin kurang/lebih dari nilai ini) dengan panjang 150 sampai 250 mm.</p>
<p>Senyawa-senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yang polar dibanding degan senyawa-senyawa non polar. Oleh karena itu, senyawa yang non polar kemudian akan lebih cepat melewati kolom.</p>
<p><strong><em>Fase balik HPLC</em></strong></p>
<p>Dalam kasus ini, ukuran kolom sama, tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatan rantai-rantai hidrokarbon panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8 atau 18. Sebagai contoh, pelarut polar digunakan berupa campuran air, methanol dan acetonitril.</p>
<p>(ingat bukan air, methanol dan acetonitril biasa, tapi ini khusus untuk HPLC solvent).</p>
<p>Dalam kasus ini, akan terdapat atraksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalam campuran yang melalui kolom. Atraksi yang terjadi tidak akan sekuat atraksi antara rantai-rantai hidrokarbon yang berlekatan pada silika (fase diam) dan molekul-molekul polar dalam larutan. Oleh karena itu, molekul-molekul polar dalam campuran akan menghabiskan waktunya untuk bergerak bersama dengan pelarut.</p>
<p>Senyawa-senyawa non polar dalam campuran akan cenderung membentuk atraksi dengan gugus hidrokarbon karena adanya dispersi gaya van der Waals. Senyawa-senyawa ini juga akan kurang larut dalam pelarut karena membutuhkan pemutusan ikatan hydrogen sebagaimana halnya senyawa-senyawa tersebut berada dalam molekul-molekul air atau metanol misalnya. Oleh karenanya, senyawa-senyawa ini akan menghabiskan waktu dalam larutan dan akan bergerak lambat dalam kolom. Ini berarti bahwa molekul-molekul polar akan bergerak lebih cepat melalui kolom. Fase balik HPLC adalah bentuk yang biasa digunakan dalam HPLC.</p>
<p>Ini adalah dasar HPLC <em><span style="text-decoration:underline;">like disolve like</span></em>…tolong dipahami lebih dalam!</p>
<p><strong><em>Termostat</em></strong></p>
<p>Thermostat dikenal sebagai alat pengatur suhu kolom, di dalamnya terdapat kolom.</p>
<p><strong><em> </em></strong><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc21.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-66" title="hplc2" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc21.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> </p>
<p><strong><em>Waktu retensi</em></strong></p>
<p>Mengapa pembahasan waktu retensi saya letakkan di bagian kolom? Karena dari kolom inilah senyawa terpisah pada waktu tertentu (waktu retensi).</p>
<p>Waktu retensi didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor. Waktu retensi diukur berdasarkan waktu dimana sampel diinjeksikan sampai sampel menunjukkan ketinggian puncak yang maksimum dari senyawa itu.<br />
Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda. Untuk beberapa senyawa, waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada:</p>
<ul>
<li>tekanan yang digunakan (karena itu akan berpengaruh pada laju alir dari pelarut)</li>
<li>flow pelarut (berpengaruh pada banyaknya pelarut yang melewati kolom)</li>
<li>kondisi dari fase diam (tidak hanya terbuat dari material apa, tetapi juga pada ukuran partikel)</li>
<li>komposisi yang tepat dari pelarut</li>
<li>temperatur pada kolom</li>
</ul>
<p>Itu berarti bahwa kondisi harus dikontrol secara hati-hati, jika kita menggunakan waktu retensi sebagai sarana untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa.</p>
<p><strong><em>Detektor<br />
</em></strong>Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet.</p>
<p> <a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-67" title="hplc3" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. Jika kita menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan, kita akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap.</p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-68" title="untitled" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled.jpg?w=300&#038;h=121" alt="" width="300" height="121" /></a></p>
<p>Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. Kita akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda, senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV.</p>
<p>Misalnya, metanol, menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Jika kita menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut, kita sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut.</p>
<p><strong><em>Interpretasi output dari detektor</em></strong></p>
<p>Output akan direkam sebagai rangkaian puncak-puncak, dimana masing-masing puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor dan menerap sinar UV. Sepanjang kita mengontrol kondisi kolom, kita dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang diperoleh, tentunya, kita (atau orang lain) sudah mengukur senyawa-senyawa murninya dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama.</p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-70" title="untitled" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kita juga dapat menggunakan puncak sebagai jalan untuk mengukur kuantitas dari senyawa yang dihasilkan. Mari beranggapan bahwa tertarik dalam senyawa tertentu, X.</p>
<p>Jika kita menginjeksi suatu larutan yang mengandung senyawa murni X yang telah diketahui jumlahnya pada instrumen, kita tidak hanya dapat merekam waktu retensi dari senyawa tersebut, tetapi kita juga dapat menghubungkan jumlah dari senyawa X dengan puncak dari senyawa yang dihasilkan.</p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-72" title="1" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/1.jpg?w=203&#038;h=110" alt="" width="203" height="110" /></a></p>
<p>Area yang berada dibawah puncak sebanding dengan jumlah X yang melalui detektor, dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui layar komputer. Area dihitung sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar (sangat sederhana).</p>
<p>Jika larutan X kurang pekat, area dibawah puncak akan berkurang meskipun waktu retensi akan sama. Misalnya,</p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-73" title="2" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/2.jpg?w=162&#038;h=60" alt="" width="162" height="60" /></a></p>
<p>Ini berarti dimungkinkan mengkalibrasi instrumen sehingga dapat digunakan untuk mengetahu berapa jumlah substansi yang dihasilkan meskipun dalam jumlah kecil.</p>
<p>Meskipun demikian, harus berhati-hati. Jika kita mempunyai dua substansi yang berbeda dalam sebuah campuran (X dan Y), dapatkah kita mengatakan jumlah relatifnya? Kita tidak dapat mengatakannya jika kita menggunakan serapan UV sebagai metode pendeteksinya.</p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-71" title="3" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/3.jpg?w=300&#038;h=89" alt="" width="300" height="89" /></a></p>
<p>Dalam gambar, area di bawah puncak Y lebih kecil dibanding dengan area dibawah puncak X. Ini mungkin disebabkan oleh karena Y lebih sedikit dari X, tetapi dapat sama karena Y mengabsorbsi sinar UV pada panjang gelombang lebih sedikit dibanding dengan X. Ini mungkin ada jumlah besar Y yang tampak, tetapi jika diserap lemah, ini akan hanya memberikan puncak yang kecil.</p>
<p><strong><em>Rangkaian HPLC pada spektrometer massa</em></strong><em> </em></p>
<p>Ini menunjukkan hal yang sangat menakjubkan! Pada saat detektor menunjukkan puncak, beberapa senyawa sementara melewati detektor dan pada waktu yang sama dapat dialihkan pada spektrometer massa. Pengalihan ini akan memberikan pola fragmentasi yang dapat dibandingkan pada data komputer dari senyawa yang polanya telah diketahui. Ini berarti bahwa identifikasi senyawa dalam jumlah besar dapat ditemukan tanpa harus mengetahui waktu retensinya.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Self &amp; <a href="http://www.chem-is-try.org/">http://www.chem-is-try.org/</a></p>
<p><a href="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplcda.jpg"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=60&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2010/10/12/60/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hplc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hplc1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hplc2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/hplc3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hplc3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/untitled1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2010/10/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hama Penyakit Tanaman Jarak Pagar dan Penanganannya  Disease-Pest Identification JCL &amp; The Solutions</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2009/07/28/hama-penyakit-tanaman-jarak-pagar-dan-penanganannya-disease-pest-identification-jcl-the-solutions/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2009/07/28/hama-penyakit-tanaman-jarak-pagar-dan-penanganannya-disease-pest-identification-jcl-the-solutions/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 04:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[EXPERIence_Q]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara yang mengalami ketergantungan terhadap minyak bumi. Seperti diketahui bahwa jumlah pasokan dan cadangan minyak bumi makin lama semakin berkurang, diperkirakan dalam kurun waktu 10 – 15 tahun ke depan cadangan minyak bumi Indonesia akan habis. Dengan melonjaknya harga minyak bumi dunia, maka sudah saatnya kita harus mengurangi ketergantungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=54&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENDAHULUAN<br />
Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara yang mengalami ketergantungan terhadap minyak bumi. Seperti diketahui bahwa jumlah pasokan dan cadangan minyak bumi makin lama semakin berkurang, diperkirakan dalam kurun waktu 10 – 15 tahun ke depan cadangan minyak bumi Indonesia akan habis. Dengan melonjaknya harga minyak bumi dunia, maka sudah saatnya kita harus mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan mengembangkan sumber energi alternatif antara lain yang berbahan baku campuran minyak jarak atau CPO (Crude Palm Oil) dengan solar atau disebut bio-fuel. Penggunaan bio-fuel ini merupakan solusi dalam menghadapi kelangkaan energi minyak bumi, di samping itu bio-fuel juga ramah lingkungan, dapat diperbaharui, dapat terurai, memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin, mampu mengeleminasi emisi gas buang dan efek rumah kaca, serta kontinuitas ketersediaan bahan baku terjamin.<br />
Berbagai sumber minyak nabati yang sangat berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bio-fuel adalah kelapa sawit, kelapa dan biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Pemanfaatan tanaman jarak pagar sebagai bahan baku bio-fuel tidak mengganggu penyediaan kebutuhan minyak makan nasional, kebutuhan industri oleokimia, dan ekspor CPO, karena tidak termasuk sebagai minyak makan (edible oil). Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan yang tahan kekeringan dan dapat beradaptasi dengan lahan dan agroklimat di Indonesia terutama Indonesia bagian Timur. Akan tetapi ada permasalahan yang dihadapi, yaitu belum adanya varietas unggul dan teknik budidaya yang memadai serta kemungkinan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).<br />
Banyak orang yang menganggap tanaman ini sebagai tanaman yang beracun dan mempunyai sifat fungisidal, sehingga tidak perlu mengkhawatirkan adanya serangan OPT, tetapi dari hasil laporan diketahui ada beberapa hama dan penyakit yang menimbulkan kerusakan secara ekonomi pada perkebunan jarak. Laporan tersebut harus dijadikan peringatan yang perlu menjadi perhatian kita, sebelum hal tersebut menimpa perkebunan jarak yang sedang dikembangkan.</p>
<p>BIOLOGI TANAMAN JARAK PAGAR<br />
Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) telah lama dikenal masyarakat Indonesia, yaitu semasa penjajahan oleh bangsa Jepang pada tahun 1942. Pada masa itu masyarakat diperintahkan untuk menanam jarak pagar di pekarangannya untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan perang bangsa Jepang. Oleh karena itu tidak mustahil kalau tanaman jarak pagar memiliki beberapa nama daerah (lokal) antara lain jarak budeg, jarak gundul, jarak cina (Jawa); baklawah, nawaih (NAD); dulang (Batak); jarak kosta (Sunda); jarak kare (Timor); peleng kaliki (Bugis); kalekhe paghar (Madura); jarak pager (Bali); lulu mau, paku kase, jarak pageh (Nusa Tenggara); kuman nema (Alor); jarak kosta, jarak wolanda, bindalo, bintalo, tondo utomene (Sulawesi); dan ai huwa kamala, balacai, kadoto (Maluku).<br />
Tanaman jarak pagar termasuk perdu dengan tinggi 1 – 7 m, bercabang tidak teratur. Batangnya berkayu, silindris dan bila terluka akan mengeluarkan getah. Klasifikasi tanaman jarak pagar yaitu:<br />
Divisi		: Spermatophyta<br />
Subdivisi	: Angiospermae<br />
Kelas		: Dicotyledonae<br />
Ordo		: Euphorbiaceae<br />
Genus	: Jatropha<br />
Spesies	: Jatropha curcas Linn</p>
<p>Morfologi / Ciri-ciri tanaman jarak pagar<br />
Daun<br />
Tanaman jarak pagar berdaun tunggal, berlekuk dan bersudut 3 atau 5. Daun tersebar disepanjang batang.  Permukaan daun atas dan bawah berwarna hijau, permukaan bawah warnanya lebih pucat dibanding permukaan atasnya.<br />
Daun lebar dan berbentuk jantung atau bulat telur melebar dengan panjang antara 5 – 15 cm. Helai daun bertoreh, berlekuk dan ujungnya meruncing. Tulang daun menjari dengan jumlah 5 – 7 tulang daun utama. Daunnya dihubungkan dengan tangkai daun, panjang tangkai daun 4 – 15 cm.</p>
<p>Bunga<br />
Bunga tanaman jarak pagar adalah bunga majemuk berbentuk malai, berwarna  kuning kehijauan, berkelamin tunggal dan berumah satu (putik dan benang sari dalam satu tanaman).  Bunga betina 4 – 5 kali lebih banyak dari bunga jantan. Bunga betina dan bunga jantan tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan yang tumbuh di ujang batang atau ketiak daun. Bunga memiliki 5 kelopak berbentuk bulat telur dengan panjang kurang lebih 4 mm.  Benang sari mengumpul pada pangkal dan berwarna kuning.  Tangkai putik pendek berwarna hijau dan kepala putik melengkung keluar berwarna kuning.  Bunganya mempunyai 5 mahkota berwarna keunguan.  Setiap tandan terdapat lebih dari 15 bunga. Tanaman jarak pagar termasuk tanaman monoecious dan bunganya uniseksual. Kadangkala muncul hermaprodit yang berbentuk cawan berwarna hijau kekuningan.</p>
<p>Buah<br />
Buah jarak pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dengan diameter 2 – 4 cm.  Panjang buah 2 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm. Buah berwarna hijau ketika muda serta abu-abu kecoklatan atau kehitaman ketika masak.  Buah jarak terbagi menjadi 3-5 ruang, masing-masing berisi satu biji sehingga tiap buah terdapat 3-5 biji. Biji berbentuk bulat lonjong dan berwarna coklat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak dengan rendemen mencapai 30% &#8211; 50% dan mengandung toksin sehingga tidak dapat dimakan.</p>
<p>Syarat Tumbuh<br />
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl.  Curah hujan yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 625 mm/th, namun masih dapat tumbuh pada kisaran curah hujan 300 mm – 2.380 mm/tahun.  Sedang kisaran suhu yang diperlukan adalah antara 20ºC &#8211; 26ºC, pada suhu ekstrim (dibawah 15ºC atau diatas 35ºC) akan menghambat pertumbuhan serta mengurangi kadar minyak dalam biji dan mengubah komposisinya.<br />
Tanaman jarak pagar mempunyai sistem perakaran yang mampu menahan air dan tanah sehingga tahan terhadap kekeringan serta berfungsi menahan erosi. Jarak pagar dapat tumbuh pada berbagai ragam tekstur dan jenis tanah dan mampu beradaptasi pada tanah yang kurang subur atau tanah bergaram, memiliki drainase yang baik, tidak tergenang dan pH tanah 5,0-6,5.</p>
<p>PENGENALAN OPT JARAK PAGAR<br />
Pada masa lalu serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak pernah diperhatikan, karena umumnya tanaman jarak pagar hanya ditanam sebagai tumpang sari dari tanaman lain. Tetapi dengan adanya pengembangan secara besar-besaran, kemungkinan tanaman akan ditanam dalam areal yang luas dan secara monokultur. Dengan demikian akan timbul masalah baru. OPT yang semula tidak menimbulkan masalah bisa menjadi masalah utama dan menimbulkan kerugian nyata.<br />
Hama yang menyerang tanaman jarak pagar mulai dari perkecambahan sampai tanaman produktif antara lain : Spodoptera litura (ulat grayak), Scarabaeid (lundi, uret), Valanga spp. (belalang), Empoasca sp. (wereng daun), Tetranychus sp. (tungau), , Selenithrips rubrocinctus (Thrips) dan Ferrisia virgata (Kutu bertepung putih). Sedangkan hama yang menyerang hanya pada tanaman produktif yaitu Chrysocoris javanus (kepik penghisap cairan buah). Penyakit yang menyerang tanaman jarak pagar adalah : Bercak daun Cercospora, Layu Fusarium, dan Bercak daun bakteri. Gulma yang menyerang tanaman jarak pagar yaitu Suket grinting (Cynodon dactylon), Jaringan ketul (Bidens pilosa), Jebungan (Cyperus difformis), Bayam duri (Amaranthus spinosus), Babandotan (Ageratum conyzoides).</p>
<p>Hama yang menyerang pada pembibitan, pertanaman muda dan pertanaman produktif<br />
Thrips (Famili Thripidae : Ordo Thysanoptera)<br />
Pengenalan<br />
Thrips (Selenithrips rubrocinctus Grd.) ditemukan hanya di daerah tropis dan suka sekali makan daun yang masih muda. Karateristik dari spesies ini adalah tiga segmen pertama dari abdomen nimfa berwarna merah. Di Indonesia banyak ditemukan pada tanaman mangga, salam dan jambu mete. Di India banyak menyerang tanaman kakao (Kalshoven, 1981).</p>
<p>Selenothrips rubricinctus<br />
Gejala serangan<br />
Karena serangga ini menghisap cairan daun yang masih muda, daun-daun jarak menjadi keriting dan berkerut. Lama-kelamaan daun menjadi kuning dan gugur.</p>
<p>Thrips pada tanaman jarak pagar<br />
Tungau (Famili Eriophydae dan Famili Tarsonemidae : Ordo Acarina)<br />
Tangau pada daun<br />
Pengenalan<br />
Ada dua kelompok besar tungau yang ditemukan pada tanaman jarak yaitu tungau bertungkai 2 pasang dari famili Eriophydae dan tungau bertungkai 4 pasang dari famili Tarsonemidae. Kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua jenis tungau ini sangat merugikan.<br />
Tungau Tarsonemidae, berwarna kuning hijau bening, tungau jantan lebih ramping dari tungau betinanya.  Tungkai belakang panjang dan kuat berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan tungau betina.  Tungau ini menyebabkan tepi daun lebih bergelombang dibandingkan tungau Eriophydae.  Tungau Eriophydae berbentuk kecil memanjang, berwarna kuning pada tungau dewasa dan bening pada tungau pradewasa.  Hidup pada permukaan bawah daun dan pucuk yang masih muda, yang menyebabkan penebalan pada daun. Tungau adalah hama yang paling berbahaya pada masa vegetatif karena membawa virus dan serangannya kadang-kadang berat.<br />
Gejala serangan<br />
Gejala serangan daun menjadi berwarna kekuning-kuningan kemudian karat, kemudian daun mengeriput dan kemerah-merahan lalu gugur dan pada akhirnya tanaman akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Daun yang terserang menjadi salah bentuk atau tidak normal (malformasi)</p>
<p>Gejala serangan tungau pada daun<br />
Gejala serangan tungau pada pucuk tanaman jarak pagar<br />
Kutu bertepung putih (Ferrisia virgata Cockerell)<br />
(Famili Pseudococcidae : Ordo Homoptera)<br />
Pengenalan<br />
Kutu F. virgata ini mempunyai panjang hingga 4 mm, berbentuk oval, agak pipih, beberapa dengan benjolan – benjolan pendek di sepanjang sisi tubuh badannya.  Metamorfosa sederhana yaitu telur – nimfa – dewasa. Kutu ini menghasilkan sekresi lilin berwarna putih dalam tepung yang berguna untuk perlindungan diri.  Kutu bergerak cukup aktif.  Penyebarannya sangat dibantu oleh angin, hujan dan hewan lain seperti semut.  Nimfa dan kutu dewasa menghisap cairan pada bagian tanaman yang muda dan memproduksi embun madu yang disukai semut.</p>
<p>Kutu dapat berfungsi sebagai penyebar dan penularan virus tanaman. Kutu N. viridis bersifat polifag.  Nimfa betina dapat dibedakan dengan melihat lapisan lilin di bagian dorsal berjumlah enam dan di bagian abdomen berjumlah lima. Badan kutu berwarna ungu kegelapan.  Nimfa dan dewasa mengisap cairan pada bagian tanaman yang muda.<br />
Gejala serangan<br />
Jenis kutu menimbulkan kerusakan dengan gejala awal keriputnya bagian tanaman. Kemudian bagian tanaman yang terserang tersebut menjadi kering dan daunnya gugur.  Kutu ini juga berfungsi sebagai vektor virus sehingga bagian tanaman juga dapat menjadi keriting karena terserang virus.</p>
<p>Wereng daun (Empoasca sp.)<br />
(Famili : Cicadellidae dan Ordo : Homoptera)<br />
Pengenalan<br />
Merupakan salah satu hama utama di daerah tropis dan sub tropis. Di lapangan serangga ditemukan sepanjang tahun, tetapi sangat berbahaya bila menyerang lahan pembibitan. Betina meletakkan telur dalam jaringan daun, dekat dengan tulang daun di permukaan bawah.<br />
Gejala Serangan<br />
Nimfa dan imago mengisap cairan dari permukaan bawah sehingga daun berubah warna menjadi merah atau coklat, seringkali daun mengering dan mati atau daun menggulung/mengeriting di bagian ujung.</p>
<p>Imago Empoasca<br />
Ulat grayak (Spodoptera litura)<br />
(Famili : Noctuidae dan Ordo : Lepidoptera)<br />
Pengenalan<br />
Larva memiliki warna hitam terang dengan garis kuning pada abdomennya.  Telur diletakkan berkelompok dalam berbagai ragam bentuk dan ukuran kurang lebih sebanyak 350 butir dan ditutup dengan bulu halus.  Larva menetas setelah 3 – 5 hari dan hidup secara berkelompok dan merusak permukaan daun.  Larva dewasa dalam waktu 2 minggu dapat mencapai panjang 50 mm. Pada siang hari larva bersembunyi di tempat teduh, sedang malam hari mereka menyerang tanaman muda.  Pupa berada di dalam tanah.  Kupu-kupu hidupnya pendek dan bertelur dalam 2 – 6 hari sebanyak 2.000 – 3.000 butir</p>
<p>Gejala Serangan<br />
Penyebaran serangga ini termasuk sangat luas (kosmopolitan) terutama di negara  Asia, Pasifik dan Australia.  Serangga termasuk polifag pada berbagai jenis tanaman. Larva memakan daun tanaman, baik tanaman muda maupun tanaman dewasa dan meninggalkan bekas gigitan, pada serangan berat daun hanya tersisa tulang daunnya saja, bahkan terkadang tanaman menjadi gundul.<br />
Belalang Daun (Famili Acrididae : Ordo Orthoptera)<br />
Pengenalan<br />
Belalang Valanga nigricornis berantena pendek, pronotum tidak memanjang ke belakang, tarsi beruas tiga buah, femur kaki belakang membesar, ovipositor pendek. Metamorfosa sederhana yaitu telur – nimfa – dewasa. Induk meletakkan telur di tanah.  Setelah menetas, nimfa mulai merusak tanaman, biasanya menggigit daun dari tepi atau bagian tengah.  Kerusakan berat dapat terjadi jika belalang menyerang tanaman yang masih muda.</p>
<p>Gejala serangan<br />
Adanya bekas gerekan belalang pada daun atau bagian tanaman muda. Selain itu juga terdapat kotoran belalang di sekitar tanaman.</p>
<p>Uret (Famili Scarabaeidae : Ordo Coleoptera)<br />
Pengenalan<br />
Siklus hidup hama uret ini 9 – 11 bulan. Lama hidup imago 10 – 15 hari.  Imago betina membuat lubang di dalam tanah saat akan bertelur.  Telur diletakkan secara berkelompok, seekor betina dapat bertelur 15 – 60 butir selama hidupnya. Telur akan menetas setelah 6 – 14 hari. Larva yang baru keluar berwarna putih kebiruan.  Larva instar ketiga berwarna kuning tua dengan bentuk tubuh seperti huruf C.  Pada instar akhir larva hampir tidak berpindah tempat.  Panjang instar akhir dapat mencapai 45–50 mm.  Stadia Larva uret larva sekitar 172 – 224 hari. Stadia pupa terbentuk setelah melewati masa prapupa selama 2–3 hari.  Panjang pupa 25–35 mm dan diketemukan pada kedalaman 20–30 cm atau lebih.  Lama stadia pupa 21–24 hari.</p>
<p>Imago uret	larva uret<br />
Gejala serangan<br />
Stadia larva sangat berbahaya karena memakan akar tumbuhan inang dan mematikan tumbuhan tersebut.  Larva memakan akar tanaman sehingga tanaman tampak layu seperti kekurangan air, daun berwarna kuning, mengering dan akhirnya mati.</p>
<p>Hama yang hanya menyerang pada pertanaman produktif<br />
Kepik Lembing (Chrysochoris javanus Westw)<br />
(Famili Pentatomidae : Ordo Hemiptera)<br />
Pengenalan<br />
Kepik mempunyai panjang badan sekitar 20 mm. Antena beruas tiga, lebih panjang dari kepala, berbentuk perisai yang khas. Scutellum berkembang dengan baik. Tubuh berwarna jingga kemerahan dan terdapat garis-garis hitam yang jelas. Metamorfosa sederhana yaitu telur – nimfa – dewasa.  Siklus hidup berkisar 60 – 80 hari.  Nimfa dan kepik dewasa gerakakannya lambat.  Kepik lembing menyerang pada saat pembungaan, menjelang pembentukan buah dan menghisap buah, sehingga menimbulkan kerusakan pada kapsul buah yang sedang berkembang.<br />
Gejala serangan<br />
Adanya bekas tusukan kepik pada bunga atau buah yang diserang. Bunga atau buah menjadi coklat kehitaman.  Bunga tidak bisa menjadi buah, sedangkan pada buah menjadi rusak tidak bisa dipanen.</p>
<p>Kepik Lembing pada buah jarak pagar</p>
<p>Penyakit yang menyerang mulai dari pembibitan hingga pertanaman<br />
Penyakit Bercak Daun Coklat<br />
Penyebab penyakit Cercospora ricinella.<br />
Gejala serangan<br />
Gejala serangan pada daun ditandai dengan adanya titik hitam kecil atau titik coklat yang dikelilingi cincin berwarna hijau pucat berbentuk bulat atau agak bulat pada daun (berdiameter 1 – 3 mm).  Sejumlah bercak muncul secara sporadis di permukaan daun. Ketika bercak membesar bagian tengah berwarna coklat pucat yang dikelilingi warna coklat tua. Bercak-bercak yang sudah tua berubah warna menjadi hijau keabu-abuan dengan kumpulan masa konidia di tengahnya.  Beberapa bercak bergabung menjadi bercak yang tidak beraturan, pada serangan lanjut daun menjadi kering dan mudah jatuh.</p>
<p>Gejala serangan bercak daun coklat 		Pembesaran dari gambar sebelah kiri</p>
<p>Penyakit layu Fusarium.<br />
Penyebab penyakit<br />
Fusarium oxysporum.<br />
Gejala serangan<br />
Bagian tanaman yang diserang yaitu daun.  Serangan dapat terjadi pada bibit dan tanaman di lapangan.  Serangan pada bibit menyebabkan daun¬daun berwarna hijau pudar dan layu akhirnya mati.  Serangan di lapangan menyebabkan daun-daun di bagian bawah rontok dan hanya menyisakan daun-daun di bagian atas saja.</p>
<p>Penyakit Bercak Daun Bakteri<br />
Penyebab penyakit<br />
Xanthomonas ricinicola.<br />
Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman pada semua stadia tanaman mulai dari pembibitan.</p>
<p>Gejala serangan<br />
Gejala yang ditimbulkan adalah berupa bercak bulat dan tidak beraturan berwarna coklat gelap.  Bakteri tumbuh dengan baik pada temperatur 31ºC. Gejala pada daun yaitu tampak bercak berwarna coklat kehitaman dan agak basah.  Apabila daun yang terserang tidak segera dipetik, bercak akan menjalar ke batang dan dapat mematikan tanaman.<br />
Gulma<br />
Beberapa jenis gulma yang ditemui di pertanaman jarak pagar.<br />
Suket grinting (Cynodon dactylon) Pembesaran dari gambar sebelah kiri<br />
Jaringan ketul (Bidens pilosa) Pembesaran dari gambar sebelah kiri<br />
Jebungan (Cyperus difformis) 	Pembesaran dari gambar sebelah kiri<br />
Bayam eri (Amaranthus spinosus) 	Pembesaran dari gambar sebelah kiri</p>
<p>PENGAMATAN OPT JARAK PAGAR<br />
Pengamatan adalah kegiatan pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau tingkat serangan OPT dan faktor yang mempengaruhi, pada waktu dan tempat tertentu.<br />
Pengamatan dilaksanakan oleh petani/petugas di lokasi yang dipilih untuk mewakili areal tertentu, dengan menggunakan metode tertentu agar menghasilkan data yang representatif.<br />
Pengamatan dilakukan secara berkala, sekali seminggu atau sekali sebulan sesuai dengan fase rentan tanaman / saat mulai munculnya OPT sebaran.<br />
Pengamatan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan perlu tidaknya dilakukan tindakan pengendalian OPT. Keputusan pengendalian dilakukan petani / kelompok tani untuk lahannya masing-masing. Petugas perlindungan menjadi fasilitator dan pendamping petani dalam pengambilan keputusan. Pengamatan juga bermanfaat dalam menilai keberhasilan tindakan pengendalian yang dilaksanakan.<br />
Aspek-aspek dalam kegiatan pengamatan :<br />
Sasaran pengamatan<br />
Sasaran pengamatan pada pohon contoh tanaman jarak pagar dibedakan menurut organ tanaman, yaitu<br />
a)	Akar<br />
b)	daun dan pucuk<br />
c)	buah<br />
Jenis OPT yang diamati pada bagian akar adalah jenis Scarabaeid (lundi, uret). Jenis OPT yang diamati pada bagian daun dan pucuk yaitu Spodoptera litura (ulat grayak), Valanga spp. (belalang), Empoasca sp. (wereng daun), Tetranychus sp. (tungau), Selenithrips rubrocinctus (Thrips) dan Ferrisia virgata (Kutu bertepung putih). Jenis OPT yang diamati pada bagian buah adalah Chrysochoris javanus (kepik lembing).<br />
Pengambilan contoh<br />
Untuk setiap kebun dipilih diambil 10 tanaman contoh untuk mewakili kondisi kebun tersebut. Pemilihan tanaman contoh dapat dilakukan mengikuti diagonal atau baris tanaman. Tanaman contoh dapat berupa tanaman yang sama untuk setiap pengamatan (contoh tetap) atau selalu berganti setiap pengamatan (contoh tidak tetap).  Tanaman contoh tetap biasanya digunakan untuk mengamati fluktuasi perkembangan OPT tertentu sedangkan tanaman contoh tidak tetap digunakan untuk mengetahui kehadiran OPT yang menyerang pertanaman.  Untuk petani dengan luas kepemilikan kebun yang terbatas sebaiknya pengamatan dilaksanakan pada seluruh tanamannya.<br />
Hasil pengamatan<br />
Hasil pengamatan adalah populasi OPT sasaran atau tingkat serangannya. Hasil pengamatan dicatat pada tabel seperti terdapat pada Lampiran 1. Untuk kemanfaatan hasil pengamatan, sebaiknya pengamatan difokuskan pada OPT utama di pertanaman jarak pagar setempat, misalnya Chrysochoris javanus (kepik lembing) dan penyakit Layu Fusarium. Pemilihan OPT yang akan diamati sepenuhnya tergantung pada kelompok tani jarak pagar setempat.<br />
PENGENDALIAN OPT JARAK PAGAR<br />
Prioritas pengendalian OPT tanaman jarak pagar diutamakan pada tindakan pencegahan yang dimulai dari pemilihan klon unggul dan tahan terhadap OPT sasaran, menjaga kesehatan tanaman dengan mengatur kelembaban kebun, sanitasi, pemupukan yang bijaksana. Jika tindakan tersebut tidak berhasil menekan atau mempertahankan peningkatan infestasi OPT sasaran, dapat dilaksanakan tindakan berikut.<br />
Uret<br />
(Famili Scarabaeidae : Ordo Coleoptera)<br />
Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif cypermethrin, profenofos dan karbofuran. Pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan uret dan memusnahkannya. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan aplikasi cendawan Beauveria bassiana.<br />
Thrips<br />
(Famili Thripidae : Ordo Thysanoptera)<br />
Pengendalian secara kimiawi berbahan aktif fipronyl atau profenofos dengan dosis 1 ml/liter atau ekstrak mimba dengan dosis 4 ml/liter. Sanitasi di areal pertanaman dengan mengumpulkan daun terserang kemudian dibakar.<br />
Tungau<br />
(Famili Eriophydae dan famili Tarsonemidae : Ordo Acarina)<br />
Pengendalian secara kimiawi menggunakan akarisida berbahan aktif propargit dan amitras.  Sanitasi di areal pertanaman dengan cara mengumpulkan daun terserang kemudian dibakar.<br />
Kutu bertepung putih (Ferrisia virgata Cockerell)<br />
(Famili Pseudococcidae : Ordo Homoptera)<br />
Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif MIPC. Penggunaan insektisida masih kurang efektif karena telur, nimfa dan kutu dewasa ditutupi lapisan lilin sehingga cairan insektisida sulit menembus. Musuh alami kedua kutu ini antara lain : predator Curinus coerulus dan Coccinella repanda.  Sanitasi kebun dilakukan dengan membuang dan membakar bagian tanaman yang terserang.<br />
Wereng daun (Empoasca sp.)<br />
(Famili : Cicadellidae dan Ordo : Homoptera)<br />
Varietas tanaman jarak pagar yang memiliki kandungan karoten rendah lebih toleran atau memiliki lapisan lilin pada bunganya kurang disukai wereng.  Jadi penanaman varietas ini bisa mencegah serangan disamping aplikasi insektisida yang mengandung imidaklorit, betasiflutrin dan karbosulfan pada pembibitan atau penggunaan insektisida sistemik yang direkomendasikan.<br />
Ulat grayak (Spodoptera litura)<br />
(Famili : Noctuidae dan Ordo : Lepidoptera)<br />
Untuk mengatasi ulat grayak ini agak sulit karena seringkali serangan terjadi secara mendadak dan tidak diduga sebelumnya.  Namun pengendalian dengan memadukan berbagai cara pengendalian, antara lain pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan kelompok telur dan larva instar awal, kemudian dimusnahkan; musuh alami yang ada di lapangan, misalnya parasit telur Telenomus spodopterae, parasit larva Microplitis manilae, predator dari Carabidae, pathogen NPV dan Borrelinavirus ; Insektisida nabati dari serbuk biji nimba (SBM); bila populasi tinggi dapat digunakan bio-pestisida yang berbahan aktif Bacillus thuringiensis atau virus Spodoptera litura-NPV; atau insektisida sistemik yang direkomendasikan.<br />
Belalang Daun<br />
(Famili Acrididae : Ordo Orthoptera)<br />
Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif MIPC dan BPMC. Pengendalian secara hayati menggunakan cendawan Metarhizium sp. atau Beauveria bassiana. Pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan telur, nimfa dan imago kemudian dimusnahkan. Pengendalian secara kultur teknis dengan tidak menanam tanaman inang lain seperti jagung dan kacang-kacangan.<br />
Kepik Lembing (Chrysochoris javanus Westw)<br />
(Famili Pentatomidae : Ordo Hemiptera)<br />
Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif imidachlorpid dan MIPC.  Pengendalian dengan pestisida nabati dapat menggunakan ekstrak mimba. Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan mengumpulkan telur, nimfa dan imago kemudian dimusnahkan. Pengendalian secara kultur teknis dengan tidak menanam tanaman inang lain seperti padi, jagung, kacang-kacangan, jenis solanaceae di sekitar areal pertanaman.<br />
Penyakit Bercak Daun Coklat.<br />
Menggunakan varietas tahan dan toleran. Pengendalian penyakit dapat menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazim atau mankozeb. Sering melakukan sanitasi kebun dengan membuang dan memusnahkan bagian tanaman terserang penyakit.<br />
Penyakit layu Fusarium.<br />
Untuk pencegahan pilih benih dan bibit yang sehat. Perlakuan benih dengan merendam biji dalam larutan fungisida berbahan aktif karbendazim.  Penggunaan varietas tahan atau toleran, perbaikan saluran drainase untuk mencegah penggenangan air di sekitar tanaman dan membakar sampah atau bagian tanaman yang terinfeksi juga dapat menekan perkembangan penyakit layu fusarium. Untuk pengendalian di lapangan pengendalian dapat menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazim. Sanitasi kebun dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan membakar bagian tanaman yang sakit.<br />
Penyakit Bercak Daun Bakteri<br />
Dikendalikan dengan sanitasi, perlakuan biji yang akan digunakan sebagai bibit dan insektisida.<br />
Gulma<br />
Bibit jarak pagar peka terhadap persaingan dengan gulma selama awal pertumbuhannya.  Oleh karena itu pengendalian gulma baik secara mekanis atau dengan herbisida dianjurkan selama fase awal penanaman. Gulma yang berada dalam polybag perlu dibersihkan / dicabut dengan interval 2 minggu sekali agar tidak mengganggu perakaran dan pertumbuhan bibit. Seperti halnya di pembibitan, tanaman jarak pagar yang masih muda sangat peka terhadap pengaruh gulma di sekitar perakarannya.  Untuk itu penyiangan gulma perlu dilakukan pada 20 hari setelah tanam, selanjutnya dilakukan sekali dalam 3-4 bulan.</p>
<p>From: www.pdf-search-engine.com/jarakpagar-pdf.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=54&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2009/07/28/hama-penyakit-tanaman-jarak-pagar-dan-penanganannya-disease-pest-identification-jcl-the-solutions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOIL NUTRIENT ANALYSIS &#8211; cAra uji nutRiEnt tanaH</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/20/cara-uji-nutrient-tanah/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/20/cara-uji-nutrient-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 13:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[cheMISTRY - KIMi@_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/2009/04/20/cara-uji-nutrient-tanah/</guid>
		<description><![CDATA[SNI 02-2871-1992 Water contain Prinsiple Evaporation at 105°C, lose heavy counted as water pregnancy in example. Tool a) Analatic balance b) evaporation cup c) oven d) Eksikator Prosedur weigh careful 5 g example that refined into evaporation cup that known wt, dry in temperature 105°c in dryer cupboard during 2 clocks. make cool in eksikator, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=24&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SNI 02-2871-1992</p>
<p>Water contain<br />
Prinsiple<br />
Evaporation at 105°C, lose heavy counted as water pregnancy in example.<br />
Tool<br />
a) Analatic balance<br />
b) evaporation cup<br />
c) oven<br />
d) Eksikator</p>
<p>Prosedur<br />
weigh careful 5 g example that refined into evaporation cup that known wt, dry in temperature 105°c in dryer cupboard during 2 clocks. make cool in eksikator, weighed. this job is done repeatedly with interval time 1 clock until permanent heavy.<br />
calculation<br />
Lose heavy<br />
water contain, % w/w =	&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;	x 100<br />
weight sample</p>
<p>ANALYSIS N DEGREE</p>
<p>Procedure<br />
Principle<br />
nitrogen in urea menghidrolisis with h2so4 and nh3 formed mendestilasi from alkali solution. destilat accommodated in solution h2so4 and sour surplus menitrasi returns. ends points titration reached when is colour purple from red  methyl blue metilen mixture indicator, turn into purple greenness<br />
Tool<br />
a) pumpkin kjeldahl;<br />
b) erlenmeyer;<br />
c) unit destilasi complete;<br />
d) buret;<br />
e) pipette;<br />
f) measure glass;<br />
g) funnel;<br />
h) heater.</p>
<p>Reagent<br />
a) h2so4 thick (sg 1,84);<br />
b) solution 0,25 n h2so4;<br />
c) solution 0,25 n naoh;<br />
d) solution naoh 40 %;<br />
e) blue methyl red mixture indicator metilen;<br />
f) phenolphtalein indicator .</p>
<p>Procedure<br />
a) weigh 5 g example and insert into pumpkin kjeldahl;<br />
b) add 25 ml h2so4 thick with glass ukur and DIDIHKAN with little flame during 1 clock;<br />
c) after cold, thin with AQUADEST and move into measure pumpkin 500 ml then contents until line sign and shake up to homogen;<br />
d) pipette 25 ml solution into pumpkin destilasi and add aquadest up to its contents is 300 ml;<br />
e) prepare tool destilasi and this solution is mendestilasi. destilat be accommodated into 50 ml 0,25 n h2so4 in erlenmeyer 500 ml that contain several drops mixture indicator red methyl  blue metilen, end refrigerators must gotten immersed in solution penampung;<br />
f) before solution mendestilasi, add naoh 40% into pumpkin destilasi until solution is red colour (indicator phenolphthalein). increasing naoh must be done swiftly, stop destilasi after erlenmeyer full around 400 ml destilat;<br />
h) Liter surplus 0,25 n h2so4 with 0,25 n naoh up to ends points  titration reached and register volume 0,25 n naoh that used; .<br />
i) do titration blangko as in on.<br />
v1 = vol. naoh 0,25 that used in titration.</p>
<p>Calculation</p>
<p>with:<br />
v1 volume naoh 0,25 n that worn in titration blangko, declared in ml;<br />
v2 volume naoh 0,25 n that worn in example titration, declared in ml;<br />
n normalitas naoh that worn as titran;<br />
w heavy example, declared in in gram;<br />
14,008 atomic weight (ba) nitrogen;<br />
f thinning factor</p>
<p>Analysis P2o5 Degree</p>
<p>Example Preparation</p>
<p>P2o5 Dissolve In Cittrate Acid 2 % (P2o5 Available)<br />
weigh careful 1 g example that refined (to escape us mesh 80) into measure pumpkin 500 ml.<br />
add 1 ml etanol then add nitrate acid 2 % up to line sign, shake during 1 hour, then filter in dry place.</p>
<p>Principle<br />
degree p2o5 determined according to gravimetri (quimociac). this methode is based in precipitation (c6h7n3) h3po4.12m0o3<br />
before done balance sediment must be released from citrate, hcl, hclo4, h2so4, hno3 and nh4oh</p>
<p>Reagent<br />
1. hno3 thick<br />
2. hcl thick<br />
3. pereaksi quimociac:<br />
a. dissolve 70 g natrium molybdate dihidrat into 150 ml aquadest<br />
b. dissolve 60 g cittrate acid in 150 ml water and add 85 ml hno3 thick.<br />
c. add solution a into solution b while then stirred (magnet stirring rod) until homogen<br />
d. insert 5 ml quinoline into solution hno3 35 % (35 ml hno3 thick in 100 ml flute water).<br />
e. insert solution d into solution c while stirred then (magnet stirring rod) until completely same, hush last night and filter with paper whatman no. 41 or equal.<br />
f. furthermore filtrat added 250 ml acetone and thin with flute water until 1 litre.<br />
5.5.1.4 device<br />
a) gooch cup with glass wool filter or asbestos.<br />
b) dryer cupboard<br />
c) heater<br />
d) desikator<br />
e) analytic balance</p>
<p>Procedure<br />
a) pipette 25 ml example 5.5.1 into cup glass. add 7-8 ml hno3 thick and heat slow until boil and let during not less 3 minutes. close cup glass with watch glass. fix above asbestos gauze, add 50 ml aquadest and 50 ml reagent quimociac and stir then during 1/2 minute. heat slowly until boil. let to boil during 1 minute.<br />
b) take away from on heater, make cool and during refrigeration process is stirred 3 or 4 times and hush sediment steams.<br />
c) filter to pass gooch cup that overlayed asbestos and known wt. wash sediment &#8211; wash with aquadest until free ingredients that disturb and let dry.<br />
d) dry cup alongs with sediment in dryer cupboard in temperature 200°c during 1 hour or in temperature 250°c during 1/2 clock, make cool in desikator and weigh.</p>
<p>Calculation<br />
w1 x f x 3,2073<br />
degree pospor as p2o5, % = &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; x 100<br />
w2<br />
w1 = heavy sediment, g<br />
f = thinning factor<br />
w2 = heavy example, g</p>
<p>POTASSIUM DEGREE TEST<br />
manner as k2o in fertilizer npk solid according to gravimetri<br />
Principle<br />
potassium is precipated as potassium klorat and appointed according to gravimetri</p>
<p>Reagent<br />
a) periklorat acid, hclo4 p. a.<br />
b) etanol 96%<br />
c) barium chloride solution, bacl2 10%<br />
d) fenol ftalein indicator<br />
e) aquadest</p>
<p>Device<br />
a) analytic balance<br />
b) cup glass 400 ml<br />
c) glass stirring rod<br />
d) gooch indicator<br />
e) pottery container pumpkin 500 ml<br />
f) volume pipette 10 ml<br />
g) electricity heater<br />
h) funnel<br />
i) measure glass 10 ml<br />
j) filters paper<br />
k) porcelain cup<br />
1) electricity dryer<br />
m) eksikator</p>
<p>Procedure<br />
a) weigh careful 5 g example, dissolve with aquadest in pottery container pumpkin 500 ml and shake.<br />
b) fix with aquadest until line sign.<br />
c) pipette 10 ml solution, insert into cup glass 400 ml and add 15 ml  bacl2 solution 10%.<br />
d) boiled until formed sediment then make cool.<br />
e) add indicator fenol ftalein and cao p. a. until react alkali then heat.<br />
f) filter and tampung filter result in porcelain cup.<br />
g) add 8 ml hc104 p. a. , heat until almost dry and appear white smoke.<br />
h) make cool and add 5 ml hc1o4 1 % in alcohol 96%.<br />
i) stir while refined with stirring rod and filter with gooch cup full 3 sheets of paper that known heavy permanence in 120°c.<br />
j) dry sediment and gooch cup in 120°c.<br />
k) make cool and weigh<br />
l) repeat working until permanent heavy.</p>
<p>Calculation<br />
potassium as k2o (%) = { [(w2-w1) x p x 0.3399 x 100/ w } x [100 / (100-ka</p>
<p>explanation:<br />
w heavy example, g<br />
w, heavy gooch cup empty, g<br />
w2 heavy gooch cup + sediment after dehydrated, g<br />
p thinning;<br />
0,3399 chemistry factor k2o<br />
ka water contain, %</p>
<p>Reference Sni 02.2803.2000<br />
From…all resource</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=24&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/20/cara-uji-nutrient-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAKING SAMPLING SOIL AREA &#8211; cara mengambil sampel tanah</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/19/taking-sampling-area-cara-mengambil-sampel-tanah/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/19/taking-sampling-area-cara-mengambil-sampel-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 00:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[cheMISTRY - KIMi@_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/2009/04/19/taking-sampling-area-cara-mengambil-sampel-tanah/</guid>
		<description><![CDATA[TAKING SAMPLING SOIL The Sampling Area Soil test results can be no better than the sample collected. Thus, each soil sample submitted to the laboratory should be representative of the area for which fertilizer recommendations are to be made. A composite sample should be collected, consisting of small portions of soil taken from approximately 20 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=22&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TAKING SAMPLING SOIL</p>
<p>The Sampling Area<br />
Soil test results can be no better than the sample collected. Thus, each soil sample submitted to the laboratory should be representative of the area for which fertilizer recommendations are to be made. A composite sample should be collected, consisting of small portions of soil taken from approximately 20 locations. For field crops, soil portions should be taken from an area not to exceed 10 acres (Figure 1). For lawns and gardens, soil portions should be collected at random from eight to 10 locations. Areas of contrasting soils, problem spots or portions of fields where crop response is significantly different should be sampled separately, provided the area can be fertilized separately.</p>
<p>Sampling Tools and Depths to Sample<br />
Several types of tools can be used for collecting soil samples. One is the soil tube or probe. A uniform portion of soil is collected rapidly and accurately by pushing the tube into the ground to the desired depth and removing a soil core (Figure 2).<br />
The most common tool used is a shovel or spade. With this tool, a uniform portion of soil is collected by first making a V-shaped cut into the soil to the depth of sampling. Next, a 1-inch thick vertical slice of soil to the same depth is removed from the smoothest side of the cut (Figure 2). From this, a 1-inch strip of soil the length of the slice is removed, as indicated in Figure 3. If other tools are used for sampling (garden trowel, auger, etc.), make sure that a uniform amount of soil is collected to the desired depth from a sufficient number of sites within the sampling area.<br />
Remove organic debris, rocks and trash from the soil surface before collecting the sample. For determination of pH, P, K, micronutrients and organic matter, take soil samples to a depth of 6 inches. </p>
<p>For NO-TILL row crops, collect the sample to a depth of 6 inches for pH and nutrient determinations and to a depth of 2 inches for organic matter determinations. For determination of soluble salts, sample within the rooting zone of the affected crop or the expected rooting zone if sample is taken prior to crop establishment. For the corn pre-sidedress nitrate-nitrogen test, collect samples to a depth of 12 inches. Soil portions for each composite sample should be placed into a clean container and thoroughly mixed. From this, remove enough soil to fill a sample box (Figure 4). When sampling for nitrate-nitrogen, the sample should be thoroughly dried within 36 hours to obtain the best results.</p>
<p>When to Sample<br />
Although soils can be tested any time during the year, fall is a very desirable time. Fields are usually drier and more accessible and the laboratory is less rushed than in the spring. Also, testing in the fall allows recommended rates of lime, phosphate and potash to be applied well in advance of spring planting. By sampling at approximately the same time each year, it is easier to compare soil test results with previous results from the same field. Soils should be dry enough to till when sampling. If wet samples are collected, they should be air-dried before being packaged and mailed. Wet samples are difficult to handle, more subject to being lost during mailing and greatly delay laboratory testing. Wet samples cannot be analyzed for nitrate-nitrogen.</p>
<p>How Often to Test Soils<br />
The following general guidelines may be used to determine how often soils should be tested. However, the frequency can vary depending upon cropping intensities, soil types, fertilization rates, tillage methods, weather conditions and new research findings.<br />
1. Continuous Row Crops (conventional) &#8211; every two to three years.<br />
2. Double-Cropping Systems &#8211; every two years.<br />
3. Continuous No-Till Soybeans (only) &#8211; every three to five years.<br />
4. Continuous No-Till Corn or Cotton &#8211; every two years.<br />
5. Hay Systems &#8211; every two years.<br />
6. High-Value Cash Crops (Tobacco, Vegetables) &#8211; annually.<br />
7. Lawns, Gardens and Pasture Crops &#8211; every three to five years.<br />
8. Any time a nutrient problem is suspected.<br />
9. At the beginning of a different cropping rotation.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=22&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/19/taking-sampling-area-cara-mengambil-sampel-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>takjub bngeT guE</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/18/takjub-bnget-gue/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/18/takjub-bnget-gue/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 13:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[EXPERIence_Q]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Asslm&#8230;pengen bgi crita ni soBat..skrang aq lg di mess in Gombong Cilacap, aq disini udah sjak hari rabu kemarin jam 02.oo pM. q brangkat dari semarang naek traveL, janjiannya c jam 7 am tp travelnya dtang jm 8 am.. untung aj q orangnya sabar&#8230;cie..cie..tujuanq k gombong sbenarnya bkan bwat maen,,tpi buat kerja..rencanya c q dpat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=20&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm&#8230;pengen bgi crita ni soBat..skrang aq lg di mess in Gombong Cilacap, aq disini udah sjak hari rabu kemarin jam 02.oo pM. q brangkat dari semarang naek traveL, janjiannya c jam 7 am tp travelnya dtang jm 8 am.. untung aj q orangnya sabar&#8230;cie..cie..tujuanq k gombong sbenarnya bkan bwat maen,,tpi buat kerja..rencanya c q dpat tugas buat analisis sample tanah di area perhutani purworejo&#8230;jam 02.oo p.mQ dah sampe di gombong&#8230;gila cuacanya pnas bangt,,tp gpp ding..demi uang kan apa aj dilakuin..direct aj y.. April, 16 &#8217;09 at 06.oo a.mq bangun, q siap2 prepare bwt analisis q ntar&#8230;sekop,plastik,pH meter,pakaian dah tak siapin.at 08.oo amq dah nongkrong di motor am manager q..wuihh,mo ke hutan aj pke make up+parfum&#8230;y spa tau di jalan dapat kenalan cew.. ^_~</p>
<p>Lgsung ke lahan..busyyyeeeetttt,,,,SubhanAllohkeren bnget, sejuk banget, indah banget,,,,tapi y capek..(namanya jg kerja)ntr deh tak kasih fotonya.hari k-2 q smpet mikir&#8230;krjaan q kok berat gni y..q smpet ada konflik batin&#8230;pngen kluar dari ni perusahaan&#8230;tpi&#8230;.pd hari ke-3,,q mlah berfikir lg..ini kan rejeki..ko malah gak q syukuri c&#8230;(dalam batin c..)waktu itu juga q kdatangan tamu dari HoLLand (orng belanda mksudnya)..dia orang kaya2 aj gak gentar hadapi medan kya gini..q ank udik aj berlagak sok gak kuat&#8230;q mkir..ap karena faktor ni ya orang indonesia gak bisa maju????? bisa jawab?</p>
<div id="attachment_46" class="wp-caption alignnone" style="width: 394px"><img class="size-full wp-image-46" title="100_4249-1" src="http://antfuture.files.wordpress.com/2009/04/100_4249-1.jpg?w=384&#038;h=216" alt="SubhanAlloh.....knpa kadang Qt tdak sadar akan Ciptaan ALLOH????" width="384" height="216" /><p class="wp-caption-text">SubhanAlloh.....knpa kadang Qt tdak sadar akan Ciptaan ALLOH????</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=20&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2009/04/18/takjub-bnget-gue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antfuture.files.wordpress.com/2009/04/100_4249-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">100_4249-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kata-kata kaya r.Kiyosaki</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/29/kata-kata-kaya-rkiyosaki/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/29/kata-kata-kaya-rkiyosaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 05:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivaSi]]></category>
		<category><![CDATA[cermin orang indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[sadarkah ttg pemikiran qT selama ini]]></category>
		<category><![CDATA[si kaya dan si miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[mo dapat kaya??? baca rangkaian kata ni dulu hindari keterpurukan finansial kita koyo yo ya’ ya’ o, ning ora ono apa-apa ne kokeh-an gaya, ning kesithik-en daya daya juang rendah, greget sedang kata-kata perenunganmu…. cinta aka uang adalah akar dari segala kejahatan kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan saya memperoleh pengalaman belajar dari membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=18&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;">mo dapat kaya??? baca rangkaian kata ni dulu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;">hindari keterpurukan finansial kita</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">koyo yo ya’ ya’ o, ning ora ono apa-apa ne</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">kokeh-an gaya, ning kesithik-en daya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">daya juang rendah, greget sedang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">kata-kata perenunganmu….</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Consolas;">cinta aka uang adalah akar dari segala kejahatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">saya memperoleh pengalaman belajar dari membaca tentang kekuatan dan pengaruh pikiran pada dua orang yang berbeda (si miskin dan si kaya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si miskin: “saya tidak mampu membelinya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si kaya: “bagaimana saya bisa membelinya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">~~ yang satu melepaskan anda dari kesulitan dan yang satu lagi memaksa anda untuk berfikir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si miskin: “alasan saya tidak kaya adalah karena saya mempunyai kamu, nak.”</span><span style="font-family:Consolas;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si kaya: “alasan saya harus kaya karena saya mempunyai kamu, nak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-70.9pt;margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si miskin: “bila sampai pada urusan uang, bermainlah dengan aman, jangan mengambil resiko.”</span><span style="font-family:Consolas;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si kaya: “belajarlah mengelola resiko pada uang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-70.9pt;margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si miskin: “rumah kita adalah investasi terbesar kita dan juga asset kita yang terbesar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-70.9pt;margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">si kaya: “rumah saya adalah liabilitas (kewajiban) dan jika rumahmu adalah investasimun yang terbesar, kamu akan mendapatkan masalah.”</span><span style="font-family:Consolas;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“Orang miskin dan kelas menengah bekerja untuk uang”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“Orang kaya mempunyai uang yang bekerja untuk mereka”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“atau jika kamu macam orang yang tidak mempunyai keberanian, kamu hanya menyerah setiap kali hidup mempermainkan kamu. Jika kamu orang semacam itu, sepanjang hidup kamu hanya akan mencari aman, melakukan hal-hal yang tanpa resiko, menyelamatkan diri untuk suatu peristiwa yang tidak akan pernah terjadi. Tetapi yang sebenarnya adalah, kamu membiarkan kehidupan membuatmu tunduk, menyerah. Jauh dilubuk hati kamu ngeri untuk mengambil resiko. Kamu sungguh ingin menang, tetapi rasa takut akan kekalahan lebih besar daripada suka cita kemenangan. Jauh di dalam hati, kamu dan hanya kamu akan tahu bahwa kamu tidak berusaha untuk itu. Kamu memilih untuk bermain dengan aman.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“Mereka merasa takut bila tidak mempunyai uang. Bukannya menghadapi ketakutan itu, mereka malah bereaksi dan bukan berfikir. Mereka bertindak secara emosional dan tidak menggunakan kepala mereka. Kemudian mereka mendapatkan sedikit hasil, dan emosi kegembiraan, hasrat, ketamakan mengambil alih, dan lagi-lagi mereka bereaks, buka berfikir.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Menghindari perangkap terbesar dalam hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“Perangkap itu disebabkan oleh dua emosi, ketakutan dan keinginan. Gunakan keduanya untuk kepentingan kalian, bukan untuk melawan kalian.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">“Kebanyakan orang menjalani kehidupan mereka dengan mengejar upah, membayar kenaikan dan keterjaminan kerja karena emosi keinginan dan ketakutan, dan tidak sungguh-sungguh mempertanyakan kemana pikiran yang digerakkan emosi itu menuntun mereka. Itu mirip gambar seekor keledai yang menarik sebuah gerobak, dengan si pemilik yang menjuntaikan sebuah wortel persis didepan mulut si keledai. Si pemilik keledai bebas kemana saja dia suka, tetapi keledai hanay mengejar sebuah ilusi (wortel).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Taukah perbedaan antara aset dan liabilitas????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Aset = sesuatu yang dapat menambah pemasukan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Liabilitas = sesuatu yang dapat menambah pengeluaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:13pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Renungan seusai lulusmu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Setelah meninggalkan bangku sekolah, kebanyakan dari kita tahu bahwa yang banyak diperhitungkan bukanlah soal gelar perguruan tinggi, IPK atau ranking yang baik. Dalam dunia nyata diluar dunia akademis, sesuatu yang lebih dari sekedar gelar jelas dituntut. Saya mendengarnya dengan sebutan “KEBERANIAN, BERNYALI, PINTAR, TERAMPIL, SERDIK , GIGIH, ULET dan LIHAI”. Factor-faktor ini apapun labelnya, akhirnya lebih banyak memutuskan masa depan seseorang dari pada gelar akademis yang disandang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Saya lebih enyambut perbahan ketimbang takut pada perubahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:13pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Contoh soal pemikiran, seberapa kreatif anda memecahkan masalah financial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Consolas;">Intelegensi financial sebenarnya hanya berarti mempunyai pilihan lebih banyak. Jika peluang tidak terjadi pada anda lakukan perbaikan untuk memperbaiki posisi financial anda?jika sebuah peluang jatuh kepangkuan anda, dan anda tidak mempunyai uang, dan bank tidak mau meminjamkan uang pada anda, apalagi yang dapat anda lakukan agar peluang itu berjalan sesuai dengan keinginan anda? Jika firasat anda salah, dan apa yng telah anda perhitungkan tidak terjadi, bagaimana anda dapat mengubah jeruk menjadi uang jutaan? Itulah intelegensi financial. Bukan banyaknya peluang yang tejadi, melainkan berapa banayk solusi financial yang dapat anda pikirkan untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang kita inginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;">&lt;<span style="text-decoration:underline;">ROBERT KIYOSAKI</span>&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:-1;"><span style="position:absolute;left:-21px;top:-6px;width:546px;height:510px;"><img src="/DOCUME%7E1/pc.7/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="546" height="510" /></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:64pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=18&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/29/kata-kata-kaya-rkiyosaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/pc.7/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>feeL q pda sebuah perubahaN&#8230;</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/27/feel-q-pda-sebuah-perubahan/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/27/feel-q-pda-sebuah-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivaSi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[aQ hanya manusia yang blum tau apa itu arti kaya dan Bahagia,,maka dari itu q coba bwt selami ap itu arti hidup&#8230; bahagia menurut q..blum tentu sama bahagia mnurut kamu,,sO&#8230;.aQ ingin termotivasi oleH perubahan&#8230;dari pada q takut dengan perubahan?!&#8230;. aq KAYA ga&#8217; ingin orng bilang  &#8220;&#8221;koyo-koyo yo ning ra ono opo-opo&#8221;",,,q adlh aq, yang suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=16&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aQ hanya manusia yang blum tau apa itu arti kaya dan Bahagia,,maka dari itu q coba bwt selami ap itu arti hidup&#8230;</p>
<p>bahagia menurut q..blum tentu sama bahagia mnurut kamu,,sO&#8230;.aQ ingin termotivasi oleH perubahan&#8230;dari pada q takut dengan perubahan?!&#8230;.</p>
<p>aq KAYA ga&#8217; ingin orng bilang  &#8220;&#8221;koyo-koyo yo ning ra ono opo-opo&#8221;",,,q adlh aq, yang suatu saat nanti pasti  q akn tmukan jatidiri q, tuk semuanya q persembahkan&#8230;.tuk semuanya q bagi kebahagiaan..</p>
<p>moga ALLAH slalu berikan terbaik dan terbesar bwt qT&#8230;..amieN</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=16&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/27/feel-q-pda-sebuah-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mAsa dEpan Q</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/24/masa-depan-q/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/24/masa-depan-q/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 17:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[INGin 'n angAN_Q]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[kliK disini<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=13&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kliK <a href="http://www.ziddu.com/download/2485886/pop_sandsoftime.zip.html">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=13&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/24/masa-depan-q/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>finaL project_skripsI</title>
		<link>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/11/skripsi/</link>
		<comments>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/11/skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ant_</dc:creator>
				<category><![CDATA[cheMISTRY - KIMi@_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antfuture.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK 2008. Efektivitas Penggunaan Tanah Diatomea Yang Diaktivasi Dengan Larutan Asam Sulfat (H2SO4) Untuk Memperbaiki Mutu Minyak Goreng Bekas. Kata Kunci: tanah diatomea, pemucatan, minyak goreng bekas, asam sulfat Minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng akan mengalami kerusakan, karena adanya proses hidrolisis, polimerisasi dan oksidasi yang menghasilkan senyawa-senyawa alkohol, asam-asam lemak bebas, peroksida, aldehid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=5&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="PT-BR">ABSTRAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span lang="PT-BR">2008.<strong><em> </em></strong><em>Efektivitas Penggunaan Tanah Diatomea Yang Diaktivasi Dengan Larutan Asam Sulfat (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) Untuk Memperbaiki Mutu Minyak Goreng Bekas.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Kata Kunci: tanah diatomea, pemucatan, minyak goreng bekas, asam sulfat</span><span lang="PT-BR"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"><span> </span><span style="color:black;">Minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng akan mengalami kerusakan, karena adanya proses hidrolisis, polimerisasi dan oksidasi yang </span></span><span lang="IN">menghasilkan</span><span style="color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">senyawa-senyawa alkohol, asam-asam lemak bebas, peroksida, aldehid dan keton. Adanya senyawa ini menyebabkan rupa bahan yang kurang menarik dan cita rasa yang tidak enak, serta kerusakan sebagian vitamin dan asam lemak esensial yang terdapat dalam minyak. Kerusakan minyak ini apabila dikonsumsi akan dapat menyebabkan diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, kanker dan menurunnya nilai cerna lemak. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas tanah diatomea yang diaktifkan dengan larutan asam sulfat (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) dapat digunakan untuk memperbaiki mutu minyak goreng bekas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Penelitian ini menggunakan minyak goreng bekas sebagai sampel. Minyak goreng bekas dipucatkan dengan tanah diatomea yang telah diaktivasi<span style="color:black;"> secara fisika yaitu dengan pamanasan pada suhu 250<sup>o</sup>C dan kimia yaitu pengaktifan<span> </span>dengan larutan asam sulfat (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>). </span>Penelitian dilakukan dengan variasi konsentrasi <span style="color:black;">H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub></span> <span style="color:black;">1; 1,5; 2; 2,5; 3; 5 dan 7M sebagai aktivator tanah diatomea dan variasi perlakuan suhu 70<sup>o</sup>C dan 150<sup>o</sup>C sebelum pemucatan minyak goreng bekas. </span>Parameter yang ditentukan adalah </span><span lang="SV">warna, kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan iod.<span style="color:black;"></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antfuture.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antfuture.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antfuture.wordpress.com&amp;blog=4485639&amp;post=5&amp;subd=antfuture&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antfuture.wordpress.com/2008/10/11/skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a958981553af8c0fbd97fa28781f0ec7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">ant_</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
